Pemerintah Nagari menginformasikan kepada seluruh masyarakat bahwa pengecekan status desil masyarakat kini sudah dapat dilakukan melalui website resmi nagari. Layanan ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengetahui kategori tingkat kesejahteraan keluarga yang menjadi dasar penentuan berbagai program bantuan sosial pemerintah.
Melalui layanan ini, masyarakat dapat melihat status desil masing-masing secara mandiri dan memahami kategori kesejahteraan keluarga berdasarkan data sosial ekonomi yang dimiliki pemerintah.
Apa Itu Desil?
Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan kondisi ekonomi keluarga. Penilaian desil dilakukan melalui berbagai indikator seperti kondisi rumah, pekerjaan, penghasilan, kepemilikan aset, penggunaan listrik, kendaraan, pola konsumsi, dan data sosial ekonomi lainnya.
Adapun pembagian desil secara umum yaitu:
- Desil 1–4 : menjadi prioritas penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako.
- Desil 5 : umumnya masuk dalam kategori penerima PBI JK (Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan).
- Desil 6–10 : tergolong keluarga mampu dan tidak menjadi prioritas utama penerima bantuan sosial pemerintah.
Semakin rendah angka desil, maka semakin diprioritaskan dalam program bantuan sosial karena dianggap memiliki tingkat kesejahteraan yang lebih rendah.
Faktor Penyebab Desil Menjadi Tinggi
Pemerintah Nagari juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan status desil masyarakat menjadi tinggi. Hal tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh penghasilan, tetapi juga oleh pola dan perilaku hidup masyarakat sendiri, di antaranya:
- Memiliki rumah permanen atau kondisi rumah yang dinilai layak dan baik.
- Kepemilikan kendaraan bermotor termasuk sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 CC ke atas, maupun aset lainnya.
- Penggunaan listrik dengan daya yang cukup tinggi.
- Memiliki pekerjaan tetap atau usaha yang dianggap mencukupi.
- Pola pengeluaran dan konsumsi rumah tangga yang tergolong baik.
- Kepemilikan fasilitas rumah tangga dan data administrasi lainnya.
Selain itu, data yang belum diperbarui juga dapat mempengaruhi hasil penilaian desil masyarakat. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan perubahan kondisi ekonomi keluarga kepada Pemerintah Nagari agar data tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.